selepas berakhir malam pertama
(sajak ni best sangat, tapi tak ingat siapa penulisnya....)
Tika sama-sama melangkah pelantar pelamin
Erat genggam tanganmu meresap ke urat saraf
dan tulang temulang
Desah nafasmu adalah wangian keramat kamar pengantin
kirai rambutmu sutera timur tabir malam
penuh beerti
embun malam pun terbakar
oleh hangat cintamu mendebar
Seketika diri berada di ranjang khayal
Tatkala kau bisikan 'i love you forever honey.....'
bulan berwajah suram tatkala kau renung wajahku
Aku lah purnama empatbelas yang menyebar sekelian cahaya
Bintang-bintang merajuk panjang oleh kerlip matamu
(kau kata lebih tajam dari pedang yang menusuk tangkai jantungmu)
membunuh segala sinar di langit
segalanya adalah kasturi yang dikirim dari syurga
terpana kita dalam kenikmatan nyaman
belai dari bidadari
Namun jalan yang kita lalui tidak selamanya
beraspal
Kadang kita berlari diantara ranjau yang
merintang
atau sesekali kaki kita terpaksa memijak
kaca melukakan
genggaman tanganmu sering terlepas
ketika melintasi jalan-jalan
jari jemarimu tidak lagi bersentuh mengalir alur kasih
setiap kali kutunjukan bulan
engkau meminta sinarnya padam
seskali kuajak menghitung bintang
kau kata biarlah kerlipnya ditelan malam
aku semakin sepi sendirian
dalam desah yang bertukar menjadi bara
Rambutku pun bertukar menjadi jalur luka
kerlip matamu menjadi serpihan kaca
inikah hukum dan pesona hidup
atau cintmu semakin redup........
No comments:
Post a Comment